Apakah yang terbesit di benak Anda ketika Anda mendengar nama batik Parang? Mungkin mata Anda langsung mencoba mencari-cari letak senjata Parang pada motif batik tersebut. Namun sayang sekali, Anda hanya dapat berasumsi karena sesungguhnya motif batik Parang tidak berasal dari senjata Parang. Lalu dari mana sebenarnya inspirasi dari batik Parang ini datang? Mari bersama kita telaah kisahnya.

Ciri-Ciri Motif Batik Parang

Batik Parang adalah sebuah motif yang terdiri dari motif berbentuk huruf S yang berkesinambungan tiada henti. Motif huruf S yang tersambung ini dibuat dengan kemiringan sekitar 45⁰ pada seluruh motifnya. Saya yakin motif ini termasuk kepada segelintir motif yang pasti Anda sering lihat dan familiar, namun mungkin tidak tahu namanya apa.

Asal Usul Sebenarnya Dari Batik Parang

Jadi begini ceritanya gan. Pada jaman dahulu kala, berdiri sebuah kerajaan yang bernama Mataram. Nah kerajaan ini pada awal masa berdirinya, dipimpin seorang raja yang bijak bernama Danang Sutawijaya. Beliau memiliki sebuah gelar yang namanya Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa. Yang mana artinya adalah seorang ulama panglima perang  yang mengatur kehidupan beragama di tanah Jawa. Nah beliau inilah yang menemukan kerajaan Mataram, dan sekaligus motif batik Parang. Namun apa yang beliau lakukan sampai motif Parang ini terlahir ke dunia?

Pada suatu hari, Sutawijaya sedang bermeditasi di atas sebuah tebing di pinggir pantai. Ditengah-tengah meditasinya, ia menyadari sesuatu yang menginspirasinya. Ia melihat kekuatan deburan ombak. Bergulung hebat dan deras, datang silih berganti tiada henti. Menyapu pantai dan menabrak karang dengan keras. Ia pun merasa sangat kagum dengan filosofi ombak tersebut. Ia sadar bahwa ombak ini menabrak karang tiada henti, sampai-sampai karang yang ditabrak oleh ombak-ombak ini berlubang-lubang dan mengalami korosi. Padahal ombak terbuat dari air, yang notabene tidak keras sama sekali dan tidak tajam. Lalu bagaimana ombak dapat menghancurkan karang?

Setelah ia berpikir, maka ia mendapatkan sebuah kesimpulan. Bahwa ombak walaupun memiliki tubuh lemah yang terbuat dari air, dapat menghancurkan karang setelah silih berganti menabrak karang tersebut. Ia pun merasa bahwa manusia juga harusya seperti ini, gigih dan tidak mudah menyerah. Membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Kata Parang berasal dari kata Pereng pada bahasa Jawa yang artinya tebing atau lereng. Yang mana dilambangkan oleh motif batik Parang yang memiliki sudut kemiringan 45⁰. Yaitu menggambarkan tempat dimana Raja Danang Sutawijaya bersemedi. Sedangkan motif berbentuk huruf S yang saling menyambung adalah gambaran dari ombak yang tiada hentinya silih berganti datang menabrak karang.

Ngerti kan gan sekarang? Nah kalau ente memang tertarik sama makna dan asal usul batik Parang yang lengkap, monggo silahkan di cek ke artikel disini ya gan. Semoga sukses selalu!